MSM Serap 74% Tenaga Kerja Lingkar Tambang.
Manado, Realese (21/01/2011). Warga 8 desa dan 3 kelurahan di lingkar tambang PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN) yang terserap sebagai tenaga kerja, mencapai 74%.
Menurut Senior Human Resource Department (HRD) Supervisor, Jenny Wahongan, melalui Juru Bicara kedua perusahaan ini, Hery Inyo Rumondor, data per Desember 2010, prosentase 74% itu, mencapai 370-an orang, berasal dari warga lingkar tambang saja. Jika ditambahkan dengan pekerja yang berdomisili di kota Bitung, Minahasa Utara (diluar lingkar tambang), kota Manado dan sekitarnya, mencapai 500-an tenaga kerja, atau sekitar 91%. Sedangkan sisanya 9%, adalah tenaga kerja yang berasal dari luar Sulut, sudah termasuk expatriate atau tenaga kerja asing.
”Ini baru tenaga kerja yang bekerja di PT MSM dan PT TTN. Untuk tenaga kerja di kontraktor dan sub kontraktor, per Desember tahun lalu, mencapai 2.000-an orang. Ribuan tenaga kerja ini, banyak terserap ke Mcconnel Dowel Indonesia dan Leighton Indonesia, karena frekwensi pekerjaan paling tinggi, berada di kedua perusahaan ini. Satunya mengerjakan pabrik, dan satunya lagi pembangunan Tailing Storage Facility. Kami bersyukur sekaligus bangga, karena ternyata PT MSM & PT TTN diterima positif oleh masyarakat. Indikasinya bisa diukur dari banyaknya minat masyarakat yang ingin menjadi karyawan di perusahaan ini,” urai Rumondor.
Memasuki tahapan produksi pada bulan Maret atau April tahun 2011 ini, menurutnya, PT MSM dan PT TTN, termasuk sejumlah kontraktor utama, akan semakin menyerap tenaga kerja.

Dijelaskan, pada saat pihaknya membutuhkan tenaga kerja, selalu berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan di lingkar tambang, termasuk melakukan pengumuman melalui iklan di media cetak.
”Hanya saja, dalam proses perekrutan, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi calon pekerja, termasuk keahlian dan kesehatan. Untuk tenaga-tenaga non skill, kami selalu mengutamakan warga lingkar tambang,” terangnya.
Disadari, PT MSM dan PT TTN, tidak akan mampu menampung semua keinginan warga untuk bekerja, karena kapasitas posisi, sangat terbatas. Sehingga, perusahaan melalui Community Development Department, melakukan berbagai terobosan, dengan membuka lapangan pekerjaan di kampung-kampung.
Salah satu yang sudah jalan, adalah kelompok penjahit Ibu-ibu di beberapa desa. Perusahaan memberikan modal pinjaman lunak, diberikan penyuluhan, dan order pembuatan kantong-kantong sample, yang dibeli oleh department Geology PT MSM.
Selain itu, terdapat kelompok petani Cabe yang sudah panen, dan baru akan memulai proses penanaman lagi. Demikianpun dengan kelompok nelayan, peternak, dan petani kelapa, semuanya bergerak serentak.
Dijelaskan, khusus pengolahan kelapa, perusahaan memercayakan kepada pengurus rumah ibadah dan pemerintah yang ada di desa desa lingkar tambang, diperuntukan bagi pembangunan Gereja, masjid, maupun kegiatan desa.
”Sudah menjadi komitmen kami, untuk melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bagian dari kewajiban perusahaan, dalam rangka meningkatkan taraf hidup mereka. Jauh hari sebelum ini, kami telah lakukan berbagai program Communty Development, sejak tahun 2006 lalu. Antaranya pembangunan jalan Maen-Winuri, sepanjang 1,3 kilometer, dengan anggaran senilai 2,1 milyar.” ungkap Rumondor lagi. [donna.keles@tokatindung.com]


