Kejar Konstruksi, MSM Rencana Produksi Kwartal Pertama 2011
Manado, Realese (21/01/2011). DALAM melaksanakan berbagai kegiatan dalam lingkungan usaha pertambangan, tedapat beberapa tahapan, yang saling memiliki kaitan satu dengan lainnya. Bukan saja secara teknis, namun administrasi perijinanpun, akan sangat bergantung dari tahapan-tahapan kegiatan yang berlangsung.
Pernyataan ini disampaikan Juru Bicara PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN), dua perusahaan tambang terbesar di Sulut saat ini, Hery Inyo Rumondor.
Menurutnya, tahapan tahapan dalam dunia pertambangan di Indonesia, antaranya, Penyelidikan Umum, Ekxplorasi, Feasibility Study, Konstruksi, Produksi dan Mining Closure atau penutupan tambang.
”Sehingga, untuk memulai kegiatan penambangan, kami harus tuntaskan dahulu konstruksi pabrik. Nah, untuk kegiatan konstruksi, bukan saja baru memulai yang harus diketahui dan mendapatkan ijin pemerintah, namun ketika selesai membangun, juga harus dilaporkan, karena perusahaan akan melanjutkan ketahapan berikutnya. Bagaimana mau produksi, pabriknya saja belum selesai?.Kegiatan yang kami lakukan saat ini, berdasarkan ijin konstruksi dari pemerintah. Ijinnya konstruksi, ya konstruksilah yang kami lakukan, bukan produksi atau lainnya. Ada sanksinya, jika kami melanggar,” ungkap Rumondor.
Menyinggung tingginya aktifitas PT MSM dan PT TTN di areal Toka Tindung akhir akhir ini, dijelaskan, lebih disebabkan perusahaan sedang mengejar pembangun pabrik pengolahan dan Tailing Storage Facility (TSF) atau Dam penampung limbah.
Rumondor membantah pernyataan sebuah LSM yang menyatakan pihaknya melakukan penambangan di Bukit Toka Tindung. ”Itu pernyataan yang menyesatkan. Kami tidak akan pernah melakukan kegiatan penambangan di bukit. Justeru ketika penambangan akan dimulai, konsentrasi kami di Toka Tindung Pit, berada di lembah, diantara beberapa bukit,” ujarnya.

Sedangkan pengerukan tanah pucuk di areal yang nantinya dijadikan lokasi penambangan, merupakan waste material yang digunakan sebagai pembangunan starter dam di TSF. ” Karena ternyata Clay atau tanah liat yang ada dipermukaan lokasi penambangan, sangat bagus dijadikan dasar dam tailing. Setelah kami padatkan, air tidak akan merembes,” papar Rumondor.
Ditambahkan, pihak pihak yang akan mengeluarkan pernyataan, sebaiknya memahami dulu dengan baik dan benar akan kondisi, termasuk perkembangan kegaitan di Toka Tindung. ”Kami siap menjelaskan, agar pihak pihak yang masih kurang paham, mendapatkan penjelasan yang benar, sesuai dengan keadaan di lapangan.”
Rencananya, PT MSM dan PT TTN, akan memulai tahapan produksi, sekitar bulan Maret atau April tahun ini. ”Rencana awal produksi, semula ditargetkan pada akhir tahun lalu. Namun kendala cuaca, dengan tingginya curah hujan, mengakibatkan Pabrik dan terutama Tailing Storage Facility (TSF), out of schedule, sehingga tertunda pada awal tahun ini.
“Kami tidak menutup-nutupi kegiatan yang dilakukan. Percayalah, pada saat kegiatan produksi sudah akan dimulai, pasti akan dilakukan pemberitahuan,” ungkapnya. [donna.keles@tokatindung.com]


