MSM Bantu Pembuatan MCK
KELURAHAN Batu Putih Atas dan Batu Putih Bawah, adalah salah satu diantara sekian banyak tujuan obyek wisata di Kota Bitung. Tentu sebagai daerah tujuan wisata, unsur kesehatan lingkungan menjadi prioritas.
PT Meares Soputan Mining (MSM)/PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN), melalui program Community Developmentnya membantu pembuatan MCK (Mandi Cuci Kakus), di dua kelurahan tersebut. Masing-masing kelurahan mendapat bantuan 2 unit. “Kami selalu peduli dan berusaha membantu menunjang program pemerintah pada desa/kelurahan di wilayah lingkar tambang,” kata Community Manager, Bapak Djono.
Selain itu, Comdev juga telah merealisasikan program Air Bersih di Desa Rinondoran dan Kelurahan Pinasungkulan, dengan menyalurkan bantuan material & water tank. redaksikabar@tokatindung.com/DK
Guru-guru Berkunjung Ke Lokasi Toka Tindung
SELAIN Menteri, Gubernur, Walikota, Bupati dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama, guru-guru pun, diberi kesempatan yang sama untuk berkunjung dan melihat langsung proses kegiatan di lokasi pertambangan PT Meares Soputan Mining (MSM)/ PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN).
Pada akhir Juni lalu, guru-guru SD, SMP, SMA se-Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minut dan Kecamatan Ranowulu Kota Bitung, berkunjung ke Toka Tindung. Ini adalah bagian dari upaya untuk mengenalkan dan memberi penjelasan yang lebih konkrit kepada seluruh lapisan masyarakat tentang tahapan kegiatan PT MSM/PT TTN, jelas Manager Community, Djono. “Kami ingin berbagi informasi, agar semua menjadi jelas dan dimengerti, sehingga tidak ada prasangka. Karena selama ini, sangat banyak informasi sepihak yang sebenarnya tidak seperti kenyataan sesungguhnya, ” kata Djono.
Para guru diberi kesempatan untuk bertanya, mulai dari soal tenaga kerja, perekrutan karyawan, program Community Development untuk desa/kelurahan di lingkar tambang, hingga proses produksi termasuk dam tailing. “Kami berharap, para ibu dan bapak guru, akan bisa memberi penjelasan tentang apa yang dilihat langsung di lokasi, kepada murid-murid. Sehingga mereka mendapat informasi yang jelas dan benar,” tambah Djono. redaksikabar@tokatindung.com/DK
Fanno Ikut Pendidikan di Australia
LINGKUNGAN hidup adalah bagian dari kehidupan manusia, menjadi sumber kebutuhan untuk kelangsungan hidup. Ada interaksi saling memengaruhi, saling membentuk. Dan manusia adalah pihak yang paling dominan memanfaatkan lingkungan hidupnya dalam mengonsumsi sumber daya alam bagi pemenuhan bahkan penyejahteraan hidup. Itu tak bisa dipungkiri. Namun, apapun yang dimanfaatkan manusia dari alam lingkunganya, semestinya berdasar pada konsep berwawasan lingkungan.
PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN), perusahaan pertambangan emas di Toka Tindung, Likupang, Minahasa Utara, dalam kegiatan penambangannya berupaya menjaga keselarasan interaksi itu. Mendasari semua kegiatan operasional pada aturan-aturan yang ditetapkan pemerintah, antara lain soal pengelolaan lingkungan hidup, sesuai Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 dengan turunannya PerMen Nomor 30 Tahun 2009 Tentang Baku Mutu Air, dan KaBapedal Nomor 107 Tahun 1997 Tentang Baku Mutu Udara.
Seperti yang rutin dilakukan Environment Departement PT MSM/PT TTN, memantau kualitas air harian, mingguan dan bulanan, serta memantau kualitas udara, kebisingan suara dan kecepatan kendaraan bermotor di beberapa desa seputar lokasi pertambangan.
Selain itu, pada setiap kegiatan Community Development, Enviro selalu ikut ambil bagian, untuk memberi informasi dan pemahaman baik untuk kebutuhan internal, maupun eksternal. “Dalam setiap kegiatan di lokasi maupun di desa-desa sekitar wilayah pertambangan, kami selalu menyampaikan semua kegiatan rutin pantauan kami,” ujar Debra Watson, Environment Manager PT MSM/PT TTN.
Bahkan saat ini, Fanno Rondonuwu, salah satu Staf Enviro, tengah mengikuti pendidikan mengenai Air Asam Tambang di negeri Kanguru, Australia. Ini adalah wujud keseriusan Environment Departement meningkatkan kemampuan sumber daya manusianya, agar mampu mengawal komitmen perusahaan mewujudkan pertambangan berwawasan lingkungan. redaksikabar@tokatindung.com/DK
Kapolda: Tindak, Perbuatan Anarkis Yang Ganggu Investasi
KEPALA Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, Brigjen Pol Drs. Carlo Brix Tewu meminta agar jajaran kepolisian menindak tegas setiap cara anarkis yang mengganggu investasi di daerah ini.
Pernyataan tegas Kapolda, disampaikan saat meninjau stand PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN) pada Pameran Teknologi Kepolisian di Kawasan Mega Mas, yang berlangsung Sabtu dan Minggu (26/06) pekan lalu.
“Jika ada yang menyampaikan pendapat, namun disertai anarkisme, segera laporkan, agar aparat kepolisian segera ambil tindakan,” tegas Kapolda.
Lanjut menurut Kapolda, sekalipun demikian, dirinya yakin pihak PT MSM dan PT TTN, akan mampu berdampingan dengan warga sekitar tambang.
Ini diyakininya, karena berbagai program kemasyarakatan yang sedang dan akan dilakukan PT MSM dan PT TTN.
Kepada koordinator stand, Donna Keles, Kapolda juga menanyakan tentang proses dan perkembangan terkait rekruitmen tenaga kerja.
“Persoalan tenaga kerja, salah satu isu yang mudah-mudahan dapat diantisipasi perusahaan,” imbau putera Tondano, Minahasa ini.
Pelaksanaan Pameran Teknologi Kepolisian sendiri yang dihelat hanya dua hari ini, menyedot perhatian ribuan pengunjung.
Dibuka Kapolda pada Sabtu (25/06), menampilkan suguhan berbagai atraksi, seperti, demonstrasi personil Satuan Polisi Air dengan berbagai perlengkapan, parade motor gede, free style, kesenian, hiburan artis ibukota, Dewi Persik dan sejumlah acara menarik lainya. (redaksikabar@tokatindung.com/HiRm)


